Suatu ketika, terjadi dialog antara Saya dan teman,
dalam satu point teman saya mengatakan kalimat untuk menyanggah (kurang begitu
setuju dengan pendapat Saya). "Jadi menurutmu kesalahan dalam hidup itu
perlu, kita memang harus belajar tapi tidak harus membuat kesalahan kan."
katanya.
Saya terdiam beberapa saat, lalu saya jawab dengan
pertanyaan, "Bisakah kita belajar mengelas logam dengan hasil yang bagus
tanpa membuat kesalahan dalam proses menguasai teknik mengelas yang
baik?".
Dengan logika yang paling sederhana, jawabannya
adalah TIDAK BISA.
Dulu ketika saya kelas 3 (tiga) SMK, saya diberi
kepercayaan oleh guru pembimbing mata pelajaran Las untuk mengikuti Lomba
Kompetensi Siswa tingkat Jawa Tengah. awalnya saya hanya bisa teknik dasar dan
mengelas di bawah tangan, dari ketekunan belajar akhirnya pada hari pelaksanaan
lomba saya bisa menguasai teknik mengelas di atas kepala dan mengelas
pipa dengan posisi miring 45 derajat (posisi paling sulit dalam teknik
las).
Jika dihitung-hitung, hasil latihan saya yang rusak
jauh lebih banyak daripada hasil latihan saya yang baik. Perlu waktu
beberapa jam untuk menyiapkan material latihan, hanya perlu beberapa menit
untuk merusaknya.
Sobat, hidup adalah sebuah proses yang panjang,
setiap hari kita berlatih dan berlatih. Seperti pengalaman yang pernah saya
alami, perlombaan dan kompetisi yang sering kita lihat di sekitar kita adalah
miniatur dari kehidupan kita. kita berlatih, lalu salah, berlatih lagi,
salah lagi. Ya, hanya perlu beberapa menit atau jam untuk mengevaluasi
kesalahan dalam latihan kita untuk suatu kompetisi. Tapi perlu berhari-hari, berbulan-bulan,
bahkan bertahun-tahun untuk mengevaluasi kesalahan kita dalam menjalani hidup
yang panjang ini. Untuk memulihkan mental dan untuk memperbaikki keadaan.
Jangan pernah melakukan sesuatu kalau tahu itu
salah dan jangan takut salah ketika melakukan sesuatu. Satu-satunya solusi agar
kita tidak melakukan kesalahan adalah jangan melakukan apapun, dan
sesungguhnnya kesalahan yang sangat besar dalam hidup kita adalah justru ketika
kita tidak melakukan apa-apa.
Hidup adalah sebuah proses yang panjang. Untuk menjadi
pintar dalam Matematika, yang kita cari
adalah soal latihan yang berarti permasalahan. Pisau yang tajam terbentuk dari
logam yang dilukai, dan bagaimana kita mengatur agar luka itu bisa membentuk
pribadi kita menjadi seorang yang lebih baik adalah tujuan dari proses belajar yang
kita lakukan setiap hari.
Jangan pernah berharap menjadi apa-apa jika tidak
mau menghadapi dan menyelesaikan sebuah permasalahan hidup. Tersenyum,
langkahkan kaki, dan bertindaklah. Saat ini juga.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar